Di tengah musim penghujan, beberapa daerah di Indonesia kembali dihebohkan dengan kemunculan ular di daerah pemukiman warga. Beberapa warga bahkan mengalami rumahnya kemasukan ular. Mencegah selalu menjadi langkah yang lebih baik. Agar rumah kita tidak kemasukan ular, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa kita lakukan, di antaranya:

  1. Bersihkan rumah dari makanan ular

    Pakar Gigitan Ular dan Toksikologi, DR. dr. Tri Maharani, M.Si SP.EM, menganjurkan agar rumah tetap bersih dari makanan ular, seperti tikus, katak atau unggas. Itulah mengapa kita dilarang memelihara unggas, misalnya ayam, di dalam rumah karena berpotensi mengundang ular masuk rumah Jika memiliki kolam di rumah, bersihkan secara rutin setidaknya seminggu sekali sehingga kolam tidak rawan didatangi katak. “Intinya, kita tidak akan lihat ular masuk rumah kalau kita tidak membuat si ular mendapatkan sesuatu yaitu makanannya. Karena reptil cuma satu tujuannya, makan,” kata Maha. Pastikan pula semua sisa makanan dibuang dengan benar di tempat sampah tertutup. Sisa makanan yang tidak dibuang dengan benar dapat mengundang tikus, yang pada akhirnya juga dapat mengundang ular masuk ke rumah.


  2. Rapikan kebun di rumah

    Usahakan rutin memangkas pekarangan atau kebun yang rimbun di rumah. Sebab, ular sangat senang berdiam di antara bebatuan atau semak belukar. Jika pekarangan rajin dipangkas, ular tak akan betah berdiam karena merasa habitatnya diacak-acak dan diganggu. “Potongi rutin seminggu sekali supaya tahu apakah ada ularnya atau tidak. Ular akan menetap karena habitatnya tidak diganggu,” kata perempuan yang pernah menempuh pendidikan di Universiteit Leuven, Belgia itu.



    Selain itu, menurut Homes to Love, pastikan tumpukan kayu di pekarangan atau kebun Anda ditumpuk dengan rapi untuk mencegah ular dan hewan pengerat berlindung. Buang potongan rumput dan mulsa, jangan menyimpannya dengan ditumpuk karena akan menyediakan kehangatan dan keamanan bagi ular.

  3. Melindungi burung atau ayam peliharaan

    Jika Anda memelihara burung atau di halaman rumah, cobalah untuk menutupi sekitar kandangnya dengan jaring atau penutup serupa untuk mencegah ular memangsa burung atau ayam. Merapikan kandang secara rutin juga penting untuk mencegah hewan pengerat memakan benih burung.

  4. Menutup celah-celah di rumah

    Menurut HGTV, menutup celah di bawah pintu gudang atau fondasi rumah sangat penting untuk mencegahnya menjadi tempat persembunyian ular. Usahakan celah tidak lebih lebar dari jari Anda atau ular dapat memanfaatkannya sebagai rumah. Ular juga menyukai dinding batu.
    Selain untuk tempat berlindung, dinding batu juga menjadi sumber energi untuk menghangatkan darah dan otot dingin mereka. Jika Anda memiliki dinding batu di rumah atau bangunan serupa lainnya, usahakan menutup lubang dan rongganya.


Jangan panik

Jika Anda sudah melakukan semua usaha untuk mencegah ular masuk ke rumah namun ular tetap datang, tak perlu panik.

Menurut Maha, pengelihatan dan pendengaran kebanyakan ular sebetulnya tidak tajam. Ular biasanya mendeteksi sensor gerak dan panas, sehingga ia tidak akan menyerang objek yang diam. Bahkan, sekalipun sebelumnya Anda bergerak, hentikan gerakan Anda. Sebab, ular akan merasa terancam dan berpotensi menyerang jika Anda bergerak.

“Ular tidak akan menggigit kalau tidak merasa terancam. Jadi kalau kita tidak mukul, tidak pegang dia tidak akan menggigit,” tutur penasehat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk gigitan ular itu.

source : lifestyle.kompas.com